Arab Saudi Tuntut Ekstradisi Pelaku Tabrak Massal Pasar Natal Jerman

Para pelayat meletakkan bunga di dekat lokasi serangan mematikan di pasar Natal, Magdeburg, Jerman, Senin (23/12/2024). (Sebastian Willnow/dpa via AP)

Arab Saudi dilaporkan telah meminta Jerman untuk mengekstradisi pelaku utama aksi penabrakan berdarah di Pasar Natal Magdeburg pekan lalu. Hal ini terjadi setelah sejumlah media melaporkan Riyadh telah memperingatkan akan potensi insiden semacam ini sebelumnya.

Mengutip The Guardian, Selasa (24/12/2024), Arab Saudi memperingatkan Jerman ‘berkali-kali’ tentang Taleb Abdulmohsen, seorang warga negara Saudi dengan riwayat menyebarkan propaganda anti-Islam di media sosial. Sumber tersebut tidak menjelaskan dengan cara apa ia dianggap berpotensi berbahaya.

“Ada permintaan (ekstradisi),” kata seorang sumber kepada AFP, tanpa memberikan alasan permintaan tersebut, seraya menambahkan bahwa Riyadh telah memperingatkan bahwa ia “bisa berbahaya”.

Pertanyaan meningkat di Jerman tentang apakah serangan hari Jumat di Magdeburg, yang menewaskan lima orang, mungkin dapat dicegah. Laporan telah muncul tentang kelalaian dalam keamanan, keputusan imigrasi, dan upaya polisi untuk menghadapi Abdulmohsen atas perilaku mengancamnya yang diduga tidak ditindaklanjuti.

Kantor Federal Jerman untuk Migrasi dan Pengungsi mengakui telah menerima peringatan tentang tersangka tahun lalu. Kanselir Jerman Olaf Scholz juga menghadapi kritik tentang kelalaian keamanan, di mana ia nampak dicemooh oleh beberapa orang yang lewat selama kunjungan ke Magdeburg pada hari Sabtu.

Sementara itu, beberapa laporan menyebut bahwa Taleb sebetulnya telah bekerja sebagai spesialis psikiatri dan psikoterapi. Ia telah tinggal di Jerman sejak 2006 dan berpraktik sebagai dokter di Bernburg, sekitar 40 kilometer di Selatan Magdeburg.

Akun X milik tersangka menggambarkannya sebagai mantan Muslim. Akun itu dipenuhi dengan tweet dan retweet yang berfokus pada tema anti-Islam dan kritik terhadap agama tersebut, sambil membagikan ucapan selamat kepada Muslim yang meninggalkan agamanya.

Ia juga mengkritik otoritas Jerman, dengan mengatakan bahwa mereka gagal melakukan cukup banyak hal untuk memerangi ‘Islamisasi Eropa’. Ia juga menyuarakan dukungannya terhadap partai sayap kanan dan anti-imigran Alternative for Germany (AfD).

Jaksa penuntut mengatakan motifnya mungkin adalah ‘ketidakpuasan dengan perlakuan terhadap pengungsi Saudi di Jerman’. Hal ini didapatkan setelah penyidik menganalisis komputer, perangkat seluler, dan bukti-bukti lain milik tersangka.

Di sisi lain, kekerasan tersebut mengguncang seluruh Jerman. Hal ini mendorong beberapa kota di Negeri Rhein itu untuk membatalkan pasar Natal akhir pekan mereka sebagai tindakan pencegahan, dan sebagai bentuk solidaritas atas kejadian di Magdeburg. Berlin tetap membuka pasarnya tetapi meningkatkan kehadiran polisi.

Jerman telah mengalami beberapa serangan ekstremis dalam beberapa tahun terakhir, termasuk serangan pisau yang menewaskan tiga orang dan melukai delapan orang di sebuah festival di kota Solingen di wilayah barat pada bulan Agustus.

Serangan hari Jumat terjadi delapan tahun setelah seorang ekstremis Islam menabrakkan truk ke pasar Natal di Berlin, menewaskan 13 orang dan melukai banyak lainnya. Serangan tersebut telah menyebabkan kota-kota meningkatkan keamanan di pasar Natal dan acara-acara lainnya.

Aksi kekerasan massal yang dilakukan kebanyakan para imigran ini membuat migrasi kemungkinan akan tetap menjadi isu utama saat warga Jerman bersiap menghadapi pemilihan umum lebih awal pada tanggal 23 Februari.

Pemimpin AfD di negara bagian Sachsen-Anhalt, Jan Wenzel Schmidt, menyerukan agar Jerman menutup perbatasannya, dan orang-orang di kerumunan meneriakkan: “Deportasi, deportasi, deportasi!”. Di sisi lain, demonstrasi tandingan dengan tajuk Don’t Give Hate a Chance berlangsung pada waktu yang sama.

Bina4d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*