Tradisi Ramadan di Gedung Putih Sudah Ada 200 Tahun, Gimana Trump?

Presiden Barack Obama menggelar buka puasa bersama di Gedung Putih pada 2015
Foto: obamawhitehouse.archives.gov

Perayaan Ramadan di Gedung Putih memiliki sejarah panjang yang mencerminkan hubungan Amerika Serikat dengan komunitas Muslim. Tradisi ini dimulai secara tidak langsung oleh Thomas Jefferson pada 1805 dan terus berkembang hingga era Donald Trump.

Jika menghitung sejak era Jefferson pada 1805 artinya tradisi Ramadan di Gedung Putih sudah ada sekitar 220 tahun.

Thomas Jefferson dianggap sebagai presiden AS pertama yang mengadakan acara terkait Ramadan. Pada 1805, ia menjamu Sidi Soliman Mellimelli, seorang utusan Tunisia, dengan menyesuaikan jam makan malam agar bertepatan dengan waktu berbuka puasa. Meskipun bukan iftar dalam bentuk resmi, momen ini sering dianggap sebagai cikal bakal tradisi Ramadan di Gedung Putih.

Tradisi iftar resmi di Gedung Putih dimulai pada era Bill Clinton pada 1996. Sejak saat itu, berbagai presiden melanjutkan perayaan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap komunitas Muslim di AS. Berikut adalah catatan mengenai perayaan iftar di Gedung Putih dari era Clinton hingga Trump

Selama pemerintahan Donald Trump, perayaan iftar sempat mengalami perubahan. Pada 2017, Trump tidak mengadakan acara tersebut, memutus tradisi selama lebih dari dua dekade. Namun, pada 2018, ia kembali menyelenggarakan iftar dengan tamu terbatas, yang lebih berfokus pada pejabat diplomatik daripada komunitas Muslim domestik.

Tradisi ini menunjukkan bagaimana perayaan Ramadan di Gedung Putih tidak hanya sebagai simbol keberagaman tetapi juga sebagai bagian dari diplomasi dan kebijakan luar negeri AS terhadap negara-negara Muslim.

Slot88 Resmi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*